Khutbah Terakhir Rasulullah Muhammad saw. Ketika Haji Wada

Khutbah Terakhir Rasulullah Muhammad saw. Ketika Haji Wada
Share
Saat itu Hari Tarwiyah 10 H, Rasulullah Muhammad saw. pergi ke Mina dan melaksanakan shalat
wajib mulai zuhur hingga subuh di sana. Kemudian menunggu matahari terbit, Beliau melanjutkan perjalanan hingga tiba di Arafah. Tenda-tenda waktu itu telah didirikan di sana. Beliau pun masuk tenda yang telah disiapkan. 

Setelah matahari tergelincir pada tanggal 9 Zulhijjah 10 Hijiriyah, Rasulullah Muhammad saw. meminta agar al-Qashwa’, untanya, didatangkan. Beliau kemudian menunggangi hingga tiba di tengah Padang Arafah, tepatnya di lembah Uranah. Di sana telah berkumpul sekitar 144.000 kaum Muslim.

Rasulullah Muhammad saw. kemudian berdiri di hadapan mereka dan mulai menyampaikan khutbah haji terakhir atau haji perpisahan yang lebih dikenal dengan sebutan haji wada’.
Wahai manusia…

Sesungguhnya darah dan harta kalian terpelihara/haram atas diri kalian hingga kalian menjumpai Tuhan kalian, sebagaimana haramnya hari ini dan bulan ini. Sesungguhnya kalian pasti akan menjumpai Tuhan kalian dan kalian akan ditanya tentang amal-amal kalian…

Sesungguhnya riba Jahiliah dihapuskan seluruhnya. Kalian hanya menerima pokok harta kalian; kalian tidak menzalimi dan tidak dizalimi…

Semua persoalan yang terjadi pada zaman Jahiliah yang selama itu masih di bawah telapak kakiku, mulai hari ini dihapuskan…

Sesungguhnya aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian sesuatu yang menjadikan kalian tidak akan sesat selamanya jika kalian berpegang teguh dengannya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya…

Wahai manusia…

Sesungguhnya Tuhan kalian itu satu. Sesungguhnya kalian berasal dari satu bapak. Kalian semua dari Adam dan Adam dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Tuhan adalah yang paling bertakwa…

(HR al-Bukhari dari ‘Abdullah bin ‘Umar dan sebuah kisah yang dituturkan oleh Ibnu Hisyam dalam As-Sîrah an-Nabawiyyah).
Dari khutbah Rasulullah Muhammad saw., ada empat pelajaran penting bagi umat Islam: Pertama, umat Islam adalah umat yang mulia, yang tegak dan terikat oleh iman. Yang membedakan umat Islam dengan umat lainnya adalah ketakwaan mereka sebagai pembuktian atas keimanan mereka kepada Allah SWT.

Kedua, umat ini sejak awal berdirinya di bawah kepemimpinan Rasulullah saw. telah membuang sistem yang melahirkan derita dalam kehidupan ekonomi mereka: sistem ribawi! Islam telah mengubur sistem ekonomi ribawi ini sejak awal berdirinya masyarakat Islam di Madinah.

Ketiga, Rasulullah Muhammad saw. menggambarkan telah tumbangnya sistem Jahiliah yang rendah dan sangat tidak berharga dengan bahasa majaz Beliau (perkara yang ada di bawah telapak kaki). Pemimpinya adalah Rasulullah Muhammad saw.. Sistem dan hukum-hukum yang tegak di dalam masyarakatnya adalah sistem dan hukum Islam.

Keempat, keistiqamahan dalam memegang teguh Kitabullah dan Sunnah Rasulullah adalah pangkal keselamatan dunia dan akhirat.

“Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.
(QS Thaha [20]: 123-124)
sumber :

0 Response

Post a Comment

Silahkan berkomentar mengenai posting di atas. Terima kasih telah mengunjungi Excellent Education. Semoga Bermanfaat. :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel